Text
50 tahun BIG informasi geospasial untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan
Peta merupakan wajah suatu negeri. Dengan menatap produk peta dari masa, akan tampaklah oleh kita rentetan kisah pasang-surut peradaban suatu bangsa.
Pada era kemerdekaan peran terbesar jelas ada di tangan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Badan milik pemerintah ini dirintis pendirinya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83 tahun 1969, yang ditandatangai Presiden Soeharto [ada tanggal 17 Oktober 1969. Tugasnya membantu Pemerintah mengkoordinasikan semua pihak dala kegiatan yang berkaitan dengan survei dan pemetaan di Indonesia secara terpadu.
Bakosurtanal telah menghasilkan berbagai hasil survei, pemantauan dan pemetaan. Pencapaian itu didukung dengan bidang keilmuan yang luas, terutama geodesi, geografi, kartografi, penginderaan jauh, teknologi informasi dan komunikasi.
Pada 27 Desember 2011 Bakosurtanal bertransformasi menjadi Badan Informasi Geospasial yang pembentukannya dilandasai oleh Undang-undang no. 4 tahun 2011 tentang informasi geospasial dan Peraturan Presiden no. 94 tahun 2011. BIG memiliki lingkup tugas dan fungsi yang lebih luas, dengan penekanan pada penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar, pembinaan IGT, dan menyediakan akses sumber informasi geospasial.
BK.20201117068 | Buku.Karya 2020/446.11 WIW l | Perpustakaan BIG | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain