Cetak
Analisis dinamika troposfer dan variabilitas precipitable water vapor (PWF) berbasis GNSS meteorologi selama kejadian siklon tropis senyar (04B)
Wilayah maritim Indonesia merupakan salah satu pusat konveksi atmosfer yang dipengaruhi oleh dinamika kandungan uap air di troposfer yang menjadi penyebab terbentuknya sistem cuaca ekstrem. Studi ini menganalisis dinamika troposfer dan variabilitas Precipitable Water Vapor PWV) selama peristiwa Siklon Tropis Senyar (04B) di Selat Malaka pada November 2025 yang terkait dengan peningkatan curah hujan ekstrem di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. Data dari 130 stasiun GNSS-CORS diproses menggunakan metode Precise Point Positioning Ambiguity Resolution (PPP-AR) melalui perangkat lunak PRIDE untuk mendapatkan nilai estimasi Zenith Tropospheric Delay (ZTD), yang kemudian dikonversi menjadi PWV menggunakan skrip pemrograman Python berbasis Pandas dan Xarray. Sebanyak 122 stasiun berhasil terolah secara kontinu dan dibagi ke dalam 4 grup tipologi wilayah. Hasil estimasi kemudian divalidasi menggunakan Total Column Water Tapor ERA5 dan menghasilkan rata-rata korelasi (R) 0,644 dan RMSE 5,48 mm. Selain itu, citra satelit Himawari-9 menggunakan metode RGB digunakan untuk mengidentifikasi distribusi awan konvektif selama siklus badai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas PWV merupakan respons atmosfer regional terhadap perkembangan Siklon Tropis Senyar. Data ERAS menunjukkan TCWV maksimum sebesar 79,7 mm yang berada pada kisaran 70- 85 mm selama fase puncak siklon, sedangkan GNSS merekam puncak PWV pesisir terdekat (CLSA) dan 80 mm pada stas?un sebesar 68,9 mm pada stas?un pegunungan (CBLG) yang dipengaruhi efek orografis. Dinamika penurunan tajam PWV pasca-puncak juga terindikasi sebagai konveksi masif uap air menjadi presipitasi intens. Analisis cross correlation menunjukkan keandalan PWV sebagai precursor cuaca ekstrem dengan 56,4% stasiun mendahului kejadian hujan, di mana wilayah pesisir menunjukkan tingkat konsistensi arah lead time tertinggi