Pengembangan basisdata sumberdaya lahan dan air beserta potensinya merupakan kegiatan yang mendukung infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) yang berkaitan dengan pembangunan Sistem Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (SISDAL). Pengembangan
Standar basis data spasial sumberdaya tanah terdiri dari tiga basis data yaitu site and horizon (SH), Soil sample analysis (SSA) dan mapping unit description (MUD). Standar ini hanya membahas basis data MUD yang meliputi struktur, format dan atribut data serta metadatanya.
Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menginventarisasi data gayaberat melalui KGN, penyelenggaraan sekretariat KGN untuk mengaktifkan anggotanya masing-masing melaksanakan penelitian yang disepakati, penetapan jaring pengamatan gayaberat Nasional serta menunjang penetapan model geoid teliti Indonesia.
Maksud dari pengembangan metode valuasi neraca sumberdaya lahan dan hutan spasial adalah mencari metode yang paling baik dan tepat untuk menghitung nilai ekonomi suatu sumberdaya lahan dan hutan., penurunnan kualitas (degradasi) yang telah dieksploitasi dalam kurun waktu tertentu serta mencari manfaat bagi negara, pemerintah daerah maupun masyarakat setempat apabil asuatu sumberdaya lahan dan h…
Maksud dari pembuatan basis data geodesi dan geodinamika ini adalah untuk lebih meningkatkan pelayannan informasi data dasar yang berada dalam pengelolaan Pusat Geodesi dan Geodinamika Bakosurtanal kepada masyarakat pengguna terutama masyarakat survei dan pemetaan di tingkat pusat dan daerah agar lebih optimal karena data geodes tersebut merupakan data yang sangat penting untuk menunjang pemban…
Album peta ini berisikan Indeks peta kerja, peta sebaran pemukiman dan peta sistem lahan.
Maksud penyusunan NPPSS ini adalah untuk menyusun suatu konsep tata cara dalam melakukan inventarisasi dan pemetaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup matra laut, baik yang bersifat kebijakan maupun teknis pelaksanaannya. Sedangkan tujuannya adalah mewu
Tujuan dari kegiatan ini dalah melakukan inventarisasi dan pemetaan tematik dasar dan tematik analisa sebagai data masukan untuk pengelolaan lingkungan, kesesuaian lahan dan tata ruang Kabupaten Ciamis. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: peta
Pembangunan terpadu wilayah pesisir memerlukan pengetahuan yang lebih baik terhadap kenaikan / penurunan muka laut tiak hanya yang disebabkan oleh pasang surut, namun juga yang disebabkan oleh pengaruh fenomena-fenomena alam lain baik yang bersifat period
Informasi ilmiah populer ini terdiri atas sepuluh buku yang membedakan wilayah MREP yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Biak, MAluku, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Diharapkan Informasi Ilmiah Populer kawasan laut dan pesisir ini bermanfaat bagi kalanan umum yang membutuhkan.