Buku ini berupaya mengupas proses ketangguhan bencana dari perspektif sosialpada dua kasus wilayah yang memiliki 2 potensi ancaman berbeda. Pembelajaran pertamadiambil dari desa Kepuharjo, KAbupaten Sleman, DIY melalui pengalaman dalam menghadapi bencanaerupsi gunung api, dan pembelajaran berikutnya diuraikan dari pengalaman masyarakat desa Tegalrejo, Kecamatan Widang KAbupaten Tuban Jawa Timur…
Makalah ini bertujuan untuk mengevaluasi pemetaan dalam seluruh siklus kebencanaan. Evaluasi terutama didasarkan pada beberapa pengalaman berkait dengan ketersediaan data dan informasi spesial dan pemanfaatnya dalam penanggulangan bencana besar yang pernah terjadi di indonesia. Permasalahan dan pemecahan ketersediaan data dan informasi spesial yang di evaluasi meliputi seluruh siklus kebencanaa…
Kegiatan ini memiliki dua tujuan jangka panjang yang terkait dengan aspek strategis kelembagaan dan manfaat bagi masyarakat. Tujuan strategis kelembagaan diarahkan untuk membentuk kesepahaman antara PSBA dengan mitra penelitian dari dalam dan luar negeri. Adapun tujuan jangka panjang yang terkait dengan masyarakat adalah masyarakat yang bertempat tingga; di Parangtritis akan memiliki kepedulian…
Buku ini berusaha memaparkan identifikasi kearifan lokal dari proses perilaku dan budaya masyarakat dalam kurun waktu yang panjang. Selain itu, buku ini juga berusaha menemui-kenali modal sosial yang ada di dalam masyarakat dalam kaitannya dengan pengelolaan lingkungan dan upaya pengurangan risiko bencana. Berbagai karakteristik fisik wilayah, kearifan , dan budaya lokal terkait dengan adaptasi…
Indonesia merupakan negara yang terletak di antara tiga lempeng paling aktif di dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Masing-masing lempeng tersebut bergerak dengan kecepatan yang tidak sama dan saling menunjam maupun menjauh satu sama lain. Pertemuan lempeng tersebut memberikan dampak tersendiri bagi Indonesia, yaitu Indonesia berada pada daerah rawan bencana. Kondisi se…
Tidak ada yang tunggang langgang ketika era bernama 4.0 menerjang semua aspek kehidupan. Terlebih pada ranah organisasi, baik itu yang berbentuk bisnis, yayasan, organisasi sosial hingga pemerintahan 4.0 digerakan oleh tiga faktor utama. Pertama, teknologi, dalam wujudnya bernama internet of things, cloud, big data, maupun arfiticial intelligence; kedua, biologi dalam wujud DNA dan gen; ketiga…
Manajemen pengetahuan tentunya bergantung dari cara organisasi menggunakan dan memanfaatkan aset yang cenderung "tidak terlihat" yang dimiliki oleh setiap komponen organisasi yaitu pengetahuan (knoeledge). Manajemen pengetahuan dapat diartikan sebagai serangkaian pendekatan strategis dan sistematis untuk mengelola pengetahuan, mulai dari penciptaan, pengorganisasian atau pemetanaan, pemanfaata…