Hutan mangrove merupakan salah satu sumberdaya yang memiliki siaft pengelolaan sumberdaya bersama. Konsekuensi dari sifat sumberdaya bersama, dalam pengelolaan hutan mangrove tentu banyak ditemui persoalan-persoalan dalam pengelolannya. Gambaran dalam pengelolaan hutang mangrove yang saling bertentangan ditemukan dalam satu wilayah. Pengelolaan pertama kurang memperhatikan unsur keberlanjutan e…
Buku ini, merupakan hasil pemetaan mangrove skala 1:25.000 melalui interpretasi cintra SPOT (5,6,dan 7) serta citra Alos AVNIR yang diverifikasi dengan survei lapangan pada bulan September-Oktober 2015,menghasikan luas mangrove di sebagian Provinsi Sulawesi Barat yaitu 3.717,72 ha,Sulawesi Selatan yaitu 10.403,70 ha, dan Sulawesi Tenggara yaitu 62.426,42 ha. Hasil perhitungan cadangan karbon (p…
Hasil pemetaan mangrove skala 1:25.000 melalui interpretasi citra satelite SPOT 6 dan 7 yang kemudian diverifikasi, dengan hasil survei lapangan pada bulan Juli - September 2016, menghasilkan nilai luas mangrove di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berturut-turut sebesar 2.221,40ha, 10.314,16 ha, dan 21.234,99 ha. Sedangkan nilai hitungan cadangan karbon (permukaan at…
Salah satu kekayaan pesisir Indonesia sebagai negara kepulauan adalah terdapatnya hutan mangrove yang terluas di dunia yaitu sekitar 19% dari luas mangrove dunia. Mangrove merupakan sumberdaya pesisir yang memiliki habitat unik dan fungsi penting dari aspek ekologi dan sosial ekonomi.rnBuku Pemetaan Mangrove SUmatera ini berisi tentang kegiatan pemetaan mangrove di Provinsi Sumatera Barat, Jamb…
Kegiatan Pemetaan MAngrove Sumatera-Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Riau dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan Informasi Geospasial Tematik (IGT) terkait dengan data luasan, sebaran, spesies dominan, kerapatan, estimasi karbon yang terkandung pada mangrove di setiap Kabupaten.rnMetodologi yang digunakan dalam kegiatan Pemetaan Mangrove Sumatera Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Riau ya…